Powered By Blogger

Sabtu, 31 Juli 2010

Senjata Pemusnah Buatan Indonesia

Ho-ho-ho…

Rupanya Indonesia sudah mempunyai senjata pemusnah missal yang membanggakan,.... hidup negriku

AMERIKA : NUKLIR




















ISRAEL : JERICHO















KOREA UTARA : TAEPODONG













PAKISTAN : AGNI


















INDONESIA : ELPIJI 3KG

Kamis, 06 Mei 2010

Function pada PL/SQL

Function adalah suatu blok PL/SQL yang memiliki konsep sama dengan procedure, hanya saja pada function terdapat pengembalian nilai (return value).
Karena function dapat mengembalikan sebuah nilai, function dapat diakses seperti layaknya sebuah variabel biasa.

Bentuk Umum :

CREATE OR REPLACE FUNCTION nama_function (parameter_1, …)
RETURN tipe_data AS
variabel_1 tipe_data;

BEGIN
statemen_1;

RETURN nilai_yang_dikembalikan;
END;

Statemen RETURN tipe_data diatas menunjukkan bahwa function akan mengembalikan nilai dengan tipe data tertentu
Statemen RETURN nilai_yang_dikembalikan berfungsi untuk mengembalikan nilai yang telah diproses dalam function

Contoh Function Tanpa Parameter :
(1)
CREATE OR REPLACE FUNCTION tulis_teks RETURN VARCHAR2 AS
S VARCHAR2(20)
BEGIN
S := ‘HALLO SEMUA’;
RETURN S;
END;
/

(2)
SET SERVEROUTPUT ON
DECLARE
X VARCHAR2(20);
BEGIN
X := tulis_teks;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(X);
END;
/

Contoh Function Dengan Parameter :
(1)
CREATE OR REPLACE FUNCTION
pangkat (bil INTEGER, n INTEGER)
RETURN INTEGER AS
HASIL INTEGER(10);
I INTEGER;
BEGIN
HASIL := 1;
FOR I IN 1..n LOOP
HASIL := HASIL * bil;
END LOOP;
RETURN HASIL;
END;
/

(2)
SET SERVEROUTPUT ON
DECLARE
H INTEGER;
BEGIN
H := pangkat(2, 3);
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Hasil = ‘ || TO_CHAR(H));
END;
/

Contoh Function Dalam Function :
(1)
CREATE OR REPLACE FUNCTION kuadrat (X NUMBER)
RETURN NUMBER AS
HASIL NUMBER(10);
BEGIN
HASIL := X * X;
RETURN HASIL;
END;
/

(2)
CREATE OR REPLACE FUNCTION determinan
(a NUMBER, b NUMBER, c NUMBER)
RETURN NUMBER AS
D NUMBER(10);
BEGIN
D := kuadrat(b) – (4 * a * c);
RETURN D;
END;
/

(3)
SET SERVEROUTPUT ON
DECLARE
D NUMBER(10);
BEGIN
D := determinan(1, 1, -6);
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Nilai determinan = ‘ || TO_CHAR(D));
END;
/

Procedure pada PL/SQL

Procedure dalah sebuah blok PL/SQL yang dapat berdiri sendiri serta dikompilasi untuk selanjutnya masuk ke dalam skema database.
Nama procedure yang dibuat kemudian menjadi objek dengan tipe procedure. Procedure akan dieksekusi pada saat pemanggilan setelah sebelumnya dibuat terlebih dahulu.

Bentuk umum :

CREATE OR REPLACE PROCEDURE
nama_procedure
(parameter_1 tipe_data, … ) AS
variabel_1 tipe_data;

BEGIN
statemen_1;

END;

CREATE digunakan untuk membuat procedure baru
REPLACE digunakan untuk mengganti isi procedure yang telah dibuat sebelumnya
Parameter dan variable/konstanta bersifat opsional
Bentuk umum perintah untuk mengeksekusi sebuah procedure :
EXECUTE nm_procedure(paremeter_1,…);

Contoh Procedure Tanpa Parameter :
SET SERVEROUTPUT ON
CREATE OR REPLACE PROCEDURE hitung_luas_segitiga AS
alas NUMBER(5);
tinggi NUMBER(5);
luas NUMBER(10);
BEGIN
alas := 3;
tinggi := 6;
luas := (alas * tinggi) / 2;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘LUAS = ‘ || luas);
END;
/
…………………………………
EXECUTE hitung_luas_segitiga;

Contoh Procedure dengan Parameter :
- Dengan Parameter Masukan

CREATE OR REPLACE PROCEDURE
tambah_dua ( a IN INTEGER) AS
hasil INTEGER(5);
BEGIN
hasil := a + 2;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE (‘Hasil akhir = ‘ || hasil);
END;
/
………………………………
EXECUTE tambah_dua(4);

- Dengan Parameter Keluaran

CREATE OR REPLACE PROCEDURE
tambah_10 ( bil IN INTEGER, X OUT INTEGER) AS
BEGIN
X := bil + 10;
END;
/

- Dengan Parameter Keluaran

SET SERVEROUTPUT ON
DECLARE
hasil INTEGER;
BEGIN
tambah_10(5, hasil);
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Hasilnya = ‘ || TO_CHAR(hasil));
END;
/

- Dengan Parameter Masukan/Keluaran

CREATE OR REPLACE PROCEDURE
tambah_10 ( X IN OUT INTEGER) AS
BEGIN
X := X + 10;
END;
/

- Dengan Parameter Masukan/Keluaran

SET SERVEROUTPUT ON
DECLARE
Y INTEGER;
BEGIN
Y := 15;
tambah_10(Y);
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Hasilnya = ‘ || TO_CHAR(Y));
END;
/


Contoh Procedure Di Dalam Procedure :
CREATE OR REPLACE PROCEDURE cetak_angka(X IN INTEGER) AS
J INTEGER;
BEGIN
FOR J IN 1..X LOOP
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE( TO_CHAR(J));
END LOOP;
END;
/

CREATE OR REPLACE PROCEDURE panggil_proc AS
BEGIN
cetak_angka(10);
END;
/
----------------------------
SET SERVEROUTPUT ON
EXECUTE panggil_proc

Senin, 03 Mei 2010

Analisis dan Perancangan Sistem Informasi

Analisis dan perancangan sistem adalah suatu pendekatan yang sistematis untuk :
- mengidentifikasi masalah, peluang dan tujuan
- mengidentifikasi arus data dan arus informasi
- merancang sistem informasi

Peran Penganalisis Sistem :
1. konsultan luar untuk bisnis
2. ahli pendukung di dalam bisnis
3. agen perubahan

Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.

Syarat-syarat sistem :
1. sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan
2. elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan
3. adanya hubungan diantara elemen sistem
4. unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material)
5. tujuan organisasi lebih penting dari tujuan elemen

Secara garis besar sistem dapat dibagi menjadi 2 :
1. sistem fisik
kumpulan elemen-elemen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik, serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya.
contoh : sistem transportasi
2. sistem abstrak
sistem yang dibentuk akibat terselenggara tergantung ide dan tidak dapat diidentifikasi secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemennya.
contoh : sistem pernapasan

Karakterisktik sistem :
1. organisasi
mencakup struktur dan fungsinya.
2. interaksi
ssaling keterhubungan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya.
3. interpedensi
bagian yang satu mempunyai ketergantungan dengan bagian lainnya.
4. integrasi
suatu keterpaduan antara subsistem-subsistem untuk mencapai tujuan.
5. tujuan pokok
pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing subsistem.

Klasifikasi sistem :
1. deterministik sistem
sistem dimana operasi-operasi (input atau output) yang di dalamnya dapat ditentukan atau diketahuii dengan pasti.
contoh : sistem penggajian
2. probabilistik sistem
contoh : sistem pengujian nilai
3. open sistem
4. closed sistem
5. relatively closed sistem
6. artificial sistem
sistem yang meniru kejadian alam.
7. natural sistem
sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.
8. manned sistem

Metode sistem :
1. black box approach
suatu sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahi atau tidak terdefinisi.
contoh : proses pencernaan, bagian pencetak uang
2. analytic sistem
suatu sistem yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh masalah untuk menyelidiki kesistematisan.

Fungsi Analisis Sistem :
1. mengidentifikasi masalah-masalah dari user
2. menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
3. memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah
4. merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user


Analisis Sistem

sistem lama----------------------------->sistem baru
pengembangan sistem

alasan atau perlunya pengembangan sistem :
1. problem
-ketidakberesan : * kecurangan yang disengaja
* kesalahan yang disengaja
* tidak efisiennya operasi
- pertumbuhan organisasi
2. opportunities
untuk meraih kesempatan
3. directives
instruksi

Pendekatan pengembangan sistem
1. dipandang dari metodologi yang digunakan
-klasik : mengikuti tahapan sistem life cycle
-terstruktur : mengikuti tahapan system life cycle + alat-alat dan teknik
2. dipandang dari sasaran yang akan dicapai
-pendekatan sepotong : menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu
-pendekatan sistem : menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi, tidak hanya menekankan pada sasaran dari sistem informasi saja
3. dipandang dari menentukan kebutuhan sistem
-pendekatan atas turun
-level operasional
-pendekatan bawah naik
-level perancangan sistem
4. dipandang dari cara mengembangkannya
-pendekatan sistem menyeluruh (secara serentak)
-pendekatan moduler
sistem yang rumit menjadi bagian yang sederhana
5. dipandang dari teknologi yang akan digunakan
-pendekatan lompatan jauh
perubahan menyeluruh secara serentak dengan menggunakan teknologi canggih
-pendekatan berkembang
menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yg memerlukan saja

Prinsip pengembangan sistem :
- Manajemen
- Investasi modal besar
- Orang yang terdidik
- Tidak harus urut
- Jangan takut membatalkan objek
- Dokumentasi

SDLC (System Development Life Cycle)

perencanaan sistem
|
|
analisis sistem
|
|
rancangan sistem general
|
|
evaluasi dan seleksi
|
|
rancangan sistem terinci
|
|
implementasi

Analisis sistem --> mancari masalah/hambatan/kendala yang terjadi pada sistem yang lama.
Tahap analisis adalah tahap yng paling kritis dalam menganalisa sistem.

Tugas utama dari menganalisis sistem :
- menentukan lingkup sistem
- mengumpulkan fakta
- menganalisis fakta
- mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem

Langkah-langkah dalam analisis sistem :
1. mengidentifikasi masalah
2. memahami cara kerja sistem
3. menganalisis hasil
4. membuat report

Memahami cara kerja sistem :
-mencari fakta atau data
teknik : - wawancara
- observasi
- kuesioner
- teknik
- sampling

Kriteria penilaian sistem baru :
- relevan
- kapasitas
- efisien
- tepat waktu
- mudah diakses
- fleksibel
- akurat
- handal
- keamanan
- ekonomis
- sederhana

Ada 3 sumber dari fakta studi, yaitu :
1. sistem yang berjalan
2. sumber internal lainnya --> user, dokumen-dokumen
3. sumber eksternal --> pihak-pihak industri, seminar-seminar


Desain sistem secara umum

Elemen-elemen RAD (Rapid Application Development)
1. JAD
2. SWAT Teams
3. CASE Tools
4. Prototype

Komponen-komponen :
1. Output --> tipe (internal, eksternal)
2. Input --> tipe (internal, eksternal) , proses input(penangkapan data, penyiapan data, pemasukkan data)
3. proses --> online, offline, batch, realtime
4. Database
5. Pengendalian atau kontrol
6. Teknologi
- software
- hardware
- jaringan
- komunikasi data


Perbedaan DFD dan Flowchart
1. DFD menunjukkan alur data di suatu sistem sedangkan flowchart sistem menjelaskan alur kerja atau prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem
2. DFD prosesnya dapat dilakukan serentak atau pararel sedangkan flowchart alur datanya harus urut
3. DFD tidak ada looping sedangkan flowchart ada looping
4. DFD tidak ada proses perhitungan sedangkan flowchart ada proses perhitungan


TEKNIK PENGUMPULAN DATA
A. WAWANCARA
􀂾 Wawancara telah diakui sebagai teknik pengumpulan data atau
informasi yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan
sistem informasi.
􀂾 Wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan
tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana.
􀂾 Wawancara memungkinkan analis sistem mendengar tujuan-tujuan,
perasaan, pendapat dan prosedur-prosedur informal dalam wawancara
dengan para pembuat keputusan organisasional.
􀂾 Analis sistem menggunakan wawancara untuk mengembangkan
hubungan mereka dengan klien, mengobservasi tempat kerja, serta
untuk mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan
kelengkapan informasi. Meskipun e-mail dapat digunakan untuk
menyiapkan orang yang diwawancarai dengan memberi pertanyaanpertanyaan
yang berkaitan dengan temuan, namun akan lebih baik bila
wawancara dijalankan secara personal bukan elektronis.

Lima langkah persiapan wawancara:
1. Membaca materi latar belakang
Bacalah informasi latar belakang tentang orang yang diwawancarai dan
organisasinya sebanyak mungkin. Materi ini dapat diperoleh dari orang
yang bisa Anda hubungi segera untuk menanyakan tentang Website
perusahaan. Laporan tahunan terbaru, laporan berkala perusahaan,
atau publikasi-publikasi lainnya yang dikirim keluar sebagai penjelasan
tentang organisasi kepada publik.
2. Menetapkan tujuan wawancara
Gunakan informasi latar belakang yang Anda kumpulan serta
pengalaman Anda untuk menetapkan tujuan-tujuan wawancara.
Setidaknya ada empat sampai enam area utama yang berkaitan dengan
sikap pengolahan informasi dan pembuatan keputusan yang ingin Anda
tanayakan. Area tersebut meliputi sumber-sumber informasi, format
informasi, frekuensi pebuatan keputusan, kualitas informasi, dan gaya
pembuat keputusan.
3. Memutuskan siapa yang diwawancarai
Saat memutusakan SIAPA saja yang diwawancarai, sertakan pula orangorang
terpenting dari semua tingkatan yang untuk hal-hal tertentu bisa
dipengaruhi sistem.
4. Menyiapkan orang yang diwawancarai
Siapkan orang yang akan diwawancarai dengan menelpon mereka atau
menulis pesan e-mail sehingga memungkinkan orang-orang yang akan
diwawancarai mempunyai waktu untuk berpikir. Aturlah waktu untuk
menelpon dan membuat janji pertemuan. Biasanya, wawancara
dijalankan selama 45 menit atau paling lama 1 jam.
5. Menentukan jenis dan struktur pertanyaan
Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mencakup area-area dasar dalam
pembuatan keputusan saat Anda menegaskan tujuan-tujuan
wawancara. Teknik bertanya yang tepat adalah inti dari wawancara.
Ada dua jenis pertanyaan dalam wawancara:
a) Pertanyaan Terbuka (Open – Ended)
Pertanyaan terbuka menggambarkan pilihan bagi orang yang
diwawancarai untuk merespons. Mereka terbuka dan bebas merespons.
Respons dapat berupa dua kata atau dua paragraf.
Beberapa contoh pertanyaan terbuka:
- Bagaimana pendapat Anda tentang kondisi bisnis ke bisnis ecommerce
di peusahaan Anda ?
- Apa tujuan terpenting departemen Anda ?
- Sekali data diajukan lewat website bagaimana data-data tersebut
akhirnya diproses ?
- Gambarkan proses monitoring yang tersedia secara online ?
- Apa rasa frustasi terbesar yang Anda alami selama masa peralihan
menuju e-commerce ?
b) Pertanyaan Tertutup (Close – Ended)
Pertanyaan tertutup membatasi respons orang yang diwawancarai.
Pertanyaan tertutup seperti dalam soal-soal pilihan ganda dalam ujian.
Anda diberi suatu pertanyaan dengan lima jawaban, namun tidak punya
kesempatan menulis tanggapan Anda sendiri.
Jenis pertanyaan tertutup khusus lainnya ialah pertanyaan dua pilihan.
Jenis pertanyaan ini membatasi orang yang ditanya karena hanya
memungkinkan untuk memilih salah satu dari dua pilihan, seperti ya
atau tidak, benar atau salah, setuju atau tidak setuju.
Beberapa contoh pertanyaan tertutup:
- Berapa lama dalam seminggu gudang informasi proyek diperbaharui?
- Rata-rata berapa kali panggilan yang diterima pusat panggilan setiap
bulannya ?
- Dari sumber-sumber informasi berikut yang mana yang paling
bermanfaat menurut Anda ?
􀂃 Formulir keluhan konsumen
􀂃 Keluhan lewat e-mail dari konsumen yang mengunjungi website
􀂃 Interaksi tatap muka dengan konsumen
􀂃 Barang yang dikembalikan konsumen
- Sebutkan dua prioritas utama Anda untuk meningkatkan infrastruktur
teknologi.
- Siapa yang menerima masukan ini ?
Beberapa contoh pertanyaan dua-pilihan:
- Adakah Anda menggunakan web untuk menampilkan informasi bagi
vendor ?
- Setuju atau tidak setuju Anda bahwa e-commerce tidak begitu aman?
- Apakah Anda ingin menerima salinan laporan keuangan Anda setiap
bulan ?

Struktur-struktur pertanyaan:
a) Struktur Piramid
Dengan menggunakan bentuk ini, penanya mulai menanyakan
pertanyaan-pertanyaan mendetail, biasanya berupa pertanyaan
tertutup. Kemudian penanya memperluas topik dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan terbuka dan membuka respons-respons yang
lebih umum.
Contoh:
- Bagaimana masalah yang Anda alami dengan firewall ?
- Apakah Anda mempertimbangkan metode-metode lain untuk
meningkatkan keamanan data-data perusahaan ?
- Apakah yang Anda pikirkan bisa membuat keamanan di sini lebih
efektif ?
- Umumnya, bagaimana perasaan Anda tantang keamanan data
terhadap pentingya akses internet ?
b) Struktur Corong
Struktur ini memulai wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan umum
dan terbuka, lalu membatasi respons dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan
yang lebih mendetail dan tertutup.
Contoh:
- Bagaimana reaksi Anda terhadap pencarian berbasis Web yang baru?
- Departeman mana yang akan mengimplemantasikannya ?
- Item-item apa yang tersedia untuk pembelian lewat situs ?
- Adakah item-item tertentu yang ditiadakan di website ?
c) Struktur Berbentuk Wajik
Struktur ini harus dimulai dengan suatu cara khusus, kemudian
menentukan hal-hal yang umum, dan akhirnya mengarah pada
kesimpulan yang sangat spesifik.
Contoh:
- Sebutkan lima jenis informasi yang dibawa layanan penggunaan
website secara gratis seperti yang Anda gunakan.
- Sebutkan kegiatan-kegiatan promosional yang Anda buat fiturnya diwebsite untuk layanan ini.
- Sebutkan nilai-nilai penggunaan komputer bagi Anda sebagai seorang
Webmaster.
- Sebutkan dua item yang mengejutkan berkaitan dengan perilaku
pengguna akhir situs Anda yang Anda temui lewat layanan ini.
- Apakah “cookies” merupakan suatu cara yang lebih baik untuk
mengukur penggunaan tampilan situs ?

Selasa, 27 April 2010

Sistem Informasi Asuransi dan Keuangan

SEJARAH ASURANSI

asuransi jiwa seperti yang kita kenal sekarang, dimulai dengan didirikannya Nederlandsche Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij (NILMIJ) di Batavia 31-12-1895.
Sejalan dengan bangunnya kesadaran nasional bangsa Indonesia yang ditandai oleh berdirinya Budi Utomo 1908, berdiri pula perusahaan asuransi jiwa dari kalangan Bangsa Indonesia.

DEFINISI ASURANSI

- dari sudut pandang Badan Usaha
Asuransi merupakan suatu rencana yang menyebabkan penggabungan sekelompok orang dengan memindahkan resiko yang dipunyai masing-masing.

- dari sudut pandang Sosial
Asuransi merupakan suatu alat sosial untuk melakukan akumulasi dana dalam mencapai kerugian yang tidak pasti dengan cara memindahkan resiko orang banyak kepada asuradur (aturan yang dilakukan oleh pihak asuransi).

- dari sudut pandang Hukum
Asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan pihak penangguh mengikatkan diri pada tertangguh dengan menerima premi asuransi dari pihak tertanggung.

- dari sudut pandang Ekonomi
Asuransi merupakan salah satu cara yang paling ekonomi untuk mengurangi kerugian yang mungkin dihadapi oleh seseorang atau satu unit badan usaha dengan membayar premi yang kecil akan diperoleh hasil yang besar.


DEFINISI RESIKO

Resiko adalah kemungkinan kerugian.
Resiko adalah ketidakpastian.
Resiko adalah kans kerugian atau kemungkinan adanya kerugian.
Resiko adalah ketidakpastian dari suatu kejadian yang dapat menimbulkan kerugian.

JENIS-JENIS RISIKO DALAM DUNIA USAHA

- risiko perorangan dan harta milik
- risiko pemasaran
- risiko keuangan
- risiko produksi dan tenaga kerja
- risiko lingkungan

PEMBAGIAN RISIKO

- risiko obyektif dan risiko subyektif
- risiko murni dan risiko spekulatif
- risiko statis dan risiko dinamis
- risiko yang dapat diasuransikan dan risiko yang tidak dapat diasuransikan

Definisi :
- risiko obyektif adalah penyimpangan secara relatif antara kenyataan dengan kemungkinan terjadinya kerugian tersebut, dimana pengukuran diadakan untuk jangka waktu yang cukup lama.
- risiko subyektif adalah suatu ketidakpastian secara psikologis dimana lebih bersumber pada tingkah laku, mental, pengalaman ataupun pandangan hidup dari orang yang bersangkutan dan tidak dapat diukur secara kwantitatif.

- risiko murni adalah semua peristiwa yang apabila terjadii selalu menimbulkan kerugian.
- risiko spekulatif adalah semua peristiwa yang apabila terjadi dapat menimbulkan kerugian akan tetapi kemungkinan dapat juga mendatangkan keuntungan.

- risiko statis adalah ketidakpastian yang selalu ada walaupun tidak ada perubahan sebagaimana dalam resiko murni ataupun akan terjadi dalam waktu tertentu akan terjadi.
- risiko dinamis adalah ketidakpastian yang timbul akibat adanya perubahan dalam masyarakat, lingkungan, keinginan konsumen, dunia usaha dan teknologi.

- risiko yang dapat diasuransikan adalah risiko-risiko yang dapat dipindahkan pada perusahaan asuransi, yang pada dasarnya adalah jenis risiko murni atau statis merupakan risiko yang dapat diasuransikan.
- risiko yang tidak dapat diasuransikan adalah risiko-risiko yang tidak dapat dipindahkan kepada perusahaan asuransi, yang pada dasarnya semua jenis risiko spekulatif atau dinamis merupakan risiko yang tidak dapat diasuransikan.


PERIL, HAZARD, dan LOSS

Peril adalah suatu peristiwa yang apabila terjadi dapat menimbulkan kerugian.
Hazard adalah suatu keadaan atau kondisi yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya suatu peril.
Loss adalah kerugian atau kerusakan yang diderita seseorang baik atas diri, keluarga ataupun harta miliknya akibat suatu peril.

4 jenis Hazard
- physical hazard adalah suatu kondisi yang bersumber pada karakteristik secara fisik dari suatu objek yang dapat memperbesar terjadinya suatu peril.
- moral hazard adalah suatu kondisi yang bersumber pada diri orang yang bersangkutan berkaitan dengan mental atau pandangan hidup serta kebiasaannya yang dapat memperbesar suatu peril.
- morale hazard, walaupun pada dasarnya tidak seorangpun mau menderita kerugian akan tetapi karena merasa bahwa ia telah memperoleh jaminan baik atas diri atau harta miliknya seringkali berlaku ceroboh atau kurang hati-hati.
- legal hazard, seringkali berdasarkan pada peraturan-peraturan ataupun perundangan yang bertujuan melindungi masyarakat, justru diabaikan atau kurang diperhatikan sehingga dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril.

Metode yang digunakan untuk mengelola risiko
1. Asumsi
risiko-risiko yang tingkatnya rendah dan apabila terjadi tidak akan menimbulkan pengaruh keuangan pada perusahaan pada perusahaan.
2. Dipindahkan
pemindahan risiko seringkali dipergunakan dalam pengelolaan risiko yang bersifat murni atau statis maupun risiko yg bersifat spekulatif atau dinamis.
3. Dikombinasikan
merupakan salah satu cara dalam asuransi, diversifikasi daripada produk yang dihasilkan, pendirian holding company yang membawahi kegiatan usaha yang tidak mempunyai hubungan atau kegiatan yang sama.
4. Pencegahan Kerugian
metode pengelolaan risiko yang lebih ditekankan pada pengawasan kerugian dalam usaha melakukan tindakan preventif ataupun menekan serendah mungkin akibat keuangan apabila kerugian itu timbul.
5. Menghindari
teknik menghindari situasi yang secara potensial dapat menimbulkan kerugian pada seseorang ataupun badan usaha.
6. Penelitian
risiko subyektif kemungkinan dapat dikurangi dengan meningkatkan pengetahuan ataupun melakukan penelitian.


POLIS ASURANSI

Bukti tertulis untuk perjanjian asuransi disebut polis. Surat perjanjian itu dibuat dengan itikad baik dari kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian, di dalam perjanjian itu disebutkan dengan tegas dan jelas mengenai hal-hal yang diperjanjikan kedua belah pihak, hak-hak masing-msing pihak, sangsi atas pelanggaran perjanjian, dan sebagainya.

Fungsi umum Polis :
- Perjanjian pertanggungan
- sebagai bukti jaminan dari penanggung kepada tertanggung untuk mengganti kerugian yang mungkin dialami oleh tertanggung akibat peristiwa yang tidak diduga sebelumnya dengan prinsip :
1. untuk mengembalikan tertanggung kepada kedudukan semula sebelum mengalami kerugian atau
2. untuk menghindari tertanggung dari kebangkrutan
- bukti pembayaran premi asuransi oleh tertanggung kepada penanggung sebagai balas jasa atas jaminan pertanggungan

Fungsi Polis bagi tertanggung :
- sebagai bukti tertulis atas jaminan penanggung untuk mengganti kerugian yang mungkin dideritanya yang ditanggung oleh polis
- sebagai bukti (kwitansi) pembayaran premi kepada penanggung
- sebagai bukti otentik untuk menuntut penanggung bila lalai atau tidak memenuhi jaminannya

Fungsi Polis bagi penanggung :
- sebagai bukti (tanda terima) premi asuransi dari tertanggung
- sebagai bukti tertulis atas jaminan yang diberikannya kepada tertanggung untuk membayar ganti rugi yang mungkin diderita oleh tertanggung
- sebagai bukti otentik untuk menolak tuntutan ganti rugi (klaim) bila yang menyebabkan kerugian tidak memenuhi syarat-syarat polis

Macam - Macam Polis :
- Polis perjalanan
menjamin insurable interest dalam perjalanan dari tempat pemberangkatan sampai ke tempat tujuan.
- Polis pelabuhan
menanggung risiko yang mungkin menimpa kapal selama berada di pelabuhan.
- Polis waktu
pertanggungan yang berlaku selama waktu tertentu.
- Polis veem
menanggung barang selama di dalam gudang dari kemungkinan risiko kerusakan, risiko kebakaran, dan risiko kehilangan.
- Polis risiko perang

Pokok - Pokok Umum Isi Polis :
- mukadimah
setiap polis mempunyai judul yang meliputi nama dan alamat perusahaan, logo, kode, dan keterangan lain
- syarat uraian
polis berikhtisar antara lain berisikan nama para pihak, periode pertanggungan, uraian atau keterangan dari yang ditanggung, fakta nyata dan uraian lain
- syarat operatif
menguraikan syarat penutupan. untuk macam-macam polis luasnya penutupan berbeda satu sama lain
- kondisi-kondisi
yang mengatur perlindungan dan jaminan berupa implied condition dan express condition
- pengecualian-pengecualian
merupakan hal atau peristiwa-peristiwa yang dikecualikan
- syarat tanda tangan
- program ikhtisar
mencakup nama dan alamat tertanggung dan nama agen, syarat perpanjangan berlakunya polis, premi dasar dan premi tambahan, reduksi, dan lain sebagainya
- informasi lain
nomor dan tanggal polis, syarat khusus

Premi Asuransi

Premi adalah sesuatu yang diberikan sebagai hadiah atau derma, atau sesuatu yang dibayarkan ekstra sebagai pendorong atau perancang, atau sesuatu pembayaran tambahan di atas pembayaran normal.
Dalam skope asuransi prremi merupakan :
- pembayaran jasa atas jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada tertanggung untuk mengganti kerugian yang mungkin diderita oleh tertanggung (asuransi kerugian)
- imbalan jasa atas jaminan perlindungan yang diberikan oleh penanggung kepada tertanggung dengan menyediakan sejumlah uang (benefit) terhadap risiko hari tua maupun risiko kematian (asuransi jiwa)


TARIF ASURANSI

Tarif Asuransi adalah suatu harga satuan dari suatu kontrak asuransi tertentu, untuk orang tertentu, terhadap kerugian tertentu, dan digunakan untuk masa tertentu pula.

Perubahan tarif disebabkan oleh adanya :
1. persaingan
2. perubahan struktur perekonomian
3. adanya pp/uu pemerintah

Dalam menentukan tarif banyak mengandung unsur-unsur :
1. kemungkinan
2. value judgment
3. policy pihak pemerintah


RISK MANAGEMENT

adalah peninjauan risiko dari sudut pandangan seorang manajer asuransi.

Risiko yang ada dalam masyarakat :
1. pembeli asuransi (pemegang polis)
2. penjual asuransi (perusahaan asuransi)

Bagi seorang risk manager yang penting untuknya ialah melihat risiko dari segi pembeli asuransi.

Risk management bisa timbul dalam masyarakat karena :
a. perusahaan-perusahaan berkembang
b. dengan majunya perindustrian maka hazard akan bertambah besar
c. untuk menampung a dan b tersebut maka perlu adanya bagian tersendiri dalam perusahaan guna mengatur risiko tersebut

Tugas Risk Manager
1. menentukan serta menganalisa risiko yang dihadapi oleh perusahaan.
2. apakah risiko itu kita tanggulangi dengan jalan :
- mengasuransikan (risiko dibebankan pada perusahaan asuransi)
- self insurance, kita tanggung sendiri risiko yang terjadi dan tidak dipindahkan kepada perusahaan asurasi
- assume of risks, risiko yang mungkin timbul tidak dipertanggungkan, yaitu secara untung-untungan saja (spekulasi)
3. Risk manager harus mengetahui serta paham akan ilmu asuransi


PERENCANAAN ASURANSI

Di dalam perencanaan ditetapkan hal-hal sebagai berikut :
a. besarnya asuransi yang harus disediakan untuk setiap kebutuhan
b. kebutuhan akan asuransi
c. menentukan apakah calon pembeli telah memiliki asuransi
d. menetapkan kekurangan asuransi yang sudah ada dengan kebutuhan sesungguhnya

Jumat, 09 April 2010

ARRAY (Larik) pada PL/SQL

Definisi
- Tipe data bentukan yang dapat menyimpan sekumpulan nilai dari tipe data yang sama dan dikemas dalam bentuk larik.
- Nilai dari elemen-elemen array dapat diacu atau diakses melalui indeksnya, perlu diperhatikan bahwa indeks array harus dari tipe data yang mempunyai keterurutan, seperti halnya tipe integer.

Bentuk Umum :

TYPE nama_tipe IS
TABLE OF tipe_data
INDEX BY BINARY_INTEGER;


Contoh :

DECLARE
TYPE array_ku IS
TABLE OF CHAR(5)
INDEX BY BINARY_INTEGER;
X array_ku;


Contoh 1 :

SET SERVEROUTPUT ON;
DECLARE
TYPE LARIK IS
TABLE OF NUMBER
INDEX BY BINARY_INTEGER;
A LARIK;
I INTEGER;
BEGIN
FOR I IN 1..5 LOOP
A(I) := I * 10;
END LOOP;
FOR I IN 1..5 LOOP
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Nilai elemen larik ke-’ || TO_CHAR(I) || ‘ = ‘ || TO_CHAR(A(I)));
END LOOP;
END;
/

Contoh 2 :


SET SERVEROUTPUT ON;
DECLARE
TYPE SISWA IS
TABLE OF VARCHAR2(25)
INDEX BY BINARY_INTEGER;
NAMA SISWA;
I INTEGER;
BEGIN
NAMA(1) := ‘Arista Destriana’;
NAMA(2) := ‘Yandri Gunawan’;
NAMA(3) := ‘Herry Wahyudinata’;
NAMA(4) := ‘Budi Raharjo’;
NAMA(5) := ‘Noni Sutrisna’;
FOR I IN 1..5 LOOP
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Nama siswa ke-’ || TO_CHAR(I) || ‘ : ‘ || NAMA(I));
END LOOP;
END;
/

Sabtu, 03 April 2010

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".

Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.

Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.

Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.

Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.

Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

sumber : http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/237-kanker-serviks-leher-rahim-pembunuh-wanita.html